Senin, 20 Mei 2013

Analisis Kasus-Kasus Dalam Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan Dikaitkan Dengan Teori

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Di era informasi seperti saat ini, teknologi komunikasi semakin berkembang dan proses pertukaran pesan semakin cepat. Hal ini sangat memengaruhi proses globalisasi diseluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Penggunaan internet yang semakin luas membuat seseorang dengan cepat menerima sebuah pesan atau berita.
Perkembangan teknologi komunikasi di era informasi jelas membawa kehidupan peradaban manusia semakin maju, peralatan dan waktu yang dibutuhkan untuk bertukar pesan semakin efektif, efisien, dan juga semakin ekonomis. Sehingga banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk melakukan aktivitas lainnya. Namun, tidak jarang perkembangan teknologi komunikasi menjadi sebuah masalah. Teknologi komunikasi yang ada sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menjatuhkan nama baik seseorang/perusahaan, malah ada beberapa masalah yang timbul dikarenakan penyalahgunaan teknologi komunikasi oleh seseorang/kelompok yang pada akhirnya merugikan diri sendiri, orang lain, bahkan sebuah organisasi/perusahaan.
Dengan adanya kelebihan, kekurangan, pemanfaatan, dan penyalahgunaan teknologi komunikasi. Kami menganalisis kasus-kasus dalam perkembangan teknologi komunikasi dan dikaitkan dengan teori.



BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1 Pengertian Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya. Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi adalah:
1.      Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat
2.      Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial, ekonomi, dan politik
3.      Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial dan politik tertentu
4.      Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.
1.      Perbedaan Teknologi Komunikasi Dengan Teknologi Informasi
Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan.
Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada.
Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.
2.      Bentuk Teknologi Informasi
A.    Komunikasi Suara
Merupakan bentuk komunikasi mempergunakan suara dan indera pendengaran dari tempat yang terpisah dengan jarak tertentu.
B.     Komunikasi Tulisan dan Gambar
Merupakan komunikasi yang mengirimkan informasi berbentuk tulisan dan gambar. Gambar yang dikirim dapat berupa gambar hidup (video) atau gambar diam, misalnya gambar teknik atau gambar grafik.
C.     Komunikasi Data
Informasi berupa data dan berita yang dikirimkan dengan menggunakan komputer sebagai media pengirim dan media penerima informasi, serta dengan menggunakan jaringan telepon (Public Switched Telephone Network) atau menggunakan jaringan telepon khusus (leased line atau private line).
3.      Penerapan Teknologi Komunikasi
Penerapan teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi komunikasi mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jaringan informasi.
4.      Proses Penerapan Teknologi Komunikasi
Terdapat 2 tahapan dalam proses penerapan teknologi komunikasi, yaitu :
A.    Tahapan inisiasi
Terdapat dua tingkatan, yaitu:
1.      Tingkatan Agenda-Setting
2.      Tingkatan Matching
Apabila nilai kedua tingkat inisiasi ini positif, timbulah keinginan untuk mengadopsi teknologi komunikasi yang diinginkan.
B.     Tahapan implementasi
Terdapat tiga tingkatan, yaitu :
1.      Tingkatan redefining (mengartikan ulang)
2.      Tingkatan clarifying (menjelaskan)
3.      Tingkatan routinizing (kebiasaan)
5.  Perspektif Tentang Penerapan Teknologi Komunikasi
Suatu organisasi/lembaga pengguna teknologi komunikasi
memandang penerapan teknologi komunikasi sebagai:
1.      Manajemen sistem
2.      Proses birokrasi
3.      Pengembangan Organisasi
4.      Proses Tawar menawar
Perspektif tentang penerapan teknologi komunikasi adalah :
1.      Teknosentrik
2.      Sosiosentrik
3.      Konflik
4.      Desain sistem
6. Pelaku Teknologi Komunikasi
Dalam rangkaian sumber, penyampaian dan penerimaan informasi ada beberapa pihak yang tersangkut dan saling tergantung satu dengan yang lainnya, yaitu:
1.      Pemakai
2.      Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi
3.      Produsen peralatan komunikasi
4.      Badan yang mengatur/mengkoordinir seluruh kegiatan komunikasi dari segi ekonomis dan teknis dalam mengadakan peraturan, standar, harga patokan, dan lain-lain.
7. Unsur-unsur Teknologi Komunikasi
Unsur-unsur teknologi komunikasi adalah :
1.      Informasi, dapat berupa tulisan, suara, musik, gambar,dan data yang memiliki spektrum frekuensi dan bentuk-bentuk yang berbeda.
2.      Alat yang dipergunakan untuk meneruskan informasi, dengan media transmisi dan sistem modulasi
3.      Dengan cara yang sesuai,bentuk akhir ( informasi yang diterima ) harus seserupa mungkin dengan bentuk awal ( informasi yang dikirimkan ) dan dalam batas-batas distorsi yang dapat ditolerir.
4.      Dalam jumlah maupun kecepatan yang semakin meningkat melalui jarak yang semakin jauh dengan biaya yang seekonomis mungkin.
8. Performance Sistem Komunikasi
Faktor-faktor yang menentukan penampilan (performance)
sistem komunikasi adalah:
1.      Berita (informasi) harus dapat dimengerti oleh penerima
2.      Karakteristik sistem komunikasi
3.      Gangguan selama pengiriman informasi.
Metode Penyampaian Informasi
Penyampaian informasi dapat dibedakan atas :
·         Komunikasi dari titik ke titik (point to point) Informasi dari satu sumber hanya disampaikan pada satu penerima saja.
·         Komunikasi dari satu titik ke segala penjuru (broadcasting) Informasi dapat diambil oleh siapapun yang memerlukan Informasi dari sumber dan disebarluaskan ke seluruh penjuru secara bersamaan.


BAB III
PEMBAHASAN

3.1  Berita Hoax Tersebar dengan Cepat
Pada tanggal 7 Mei 2013, Virgiawan Listanto atau yang dikenal dengan nama Iwan Fals dikabarkan meninggal dan menjadi topik pembicaraan di jejaring sosial twitter. Banyak yang percaya, tapi tidak sedikit juga yang mempertanyakan kebenaran berita tersebut karena belum ada beritanya di televisi atau media massa yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Padahal saat dikabarkan meninggal, Iwan Fals sedang mengisi acara di HUT Badan Intelejen Negara ke-67.
Hari itu juga, Iwan Fals langsung melakukan klarifikasi tentang kabar meninggalnya beliau yang ternyata hanya sebuah cerita bohong (hoax). Iwan Fals mengklarifikasi kabar tersebut melalui akun twitter @iwanfals yang merupakan akun pribadinya. Beliau menuliskan bahwa kabar tersebut tidak benar adanya, bahkan Iwan Fals mendoakan agar orang yang menyebar isu tersebut agar panjang umur. Bukan kali ini saja Iwan Fals dikabarkan meninggal. Pada 2 April 2012, Iwan pernah dikabarkan meninggal akibat serangan jantung.

Perkembangan teknologi komunikasi mempermudah seseorang untuk mendapatkan informasi secepat mungkin, namun terkadang belum bisa dibuktikan kebenarannya. Sehingga tidak jarang ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk membuat sebuah berita hoax, sehingga bisa memengaruhi sekelompok orang yang memercayai berita tersebut.
Ada beberapa cara agar tidak terjebak berita-berita bohong/hoax, diantaranya:
1.      Jangan mudah percaya terhadap sebuah kabar/berita yang terdapat dari jejaring sosial seperti facebook dan twitter, dan juga aplikasi perpesanan seperti BlackBerry Messengger, WhatsApp, LINE, dsb. Jika memang penasaran terhadap kebenaran berita tersebut, silahkan cari infonya di media massa (tv, radio, koran, dan majalah).
2.      Jangan sepenuhnya percaya terhadap berita-berita yang ada di situs berita online. Karena dewasa ini, situs-situs berita online berusaha menyajikan berita secepat mungkin, bukan setepat mungkin. Sehingga sebuah kabar/berita yang belum pasti kebenarannya pun bisa jadi sudah ada beritanya di situs berita online.
3.      Bacalah koran, tabloid atau media massa cetak lainnya. Berita yang terdapat di sebuah koran biasanya lebih dibahas secara detail dan analisis yang dalam, karena mereka sadar tidak mampu bersaing dengan situs berita online dalam hal kecepatan penyajian berita.

3.2  Perilaku Narsis dan Pamer di Dunia Maya
Pengendara Nissan Juke, Muhammad Dwigusta Cahya (18) yang menabrak Daihatsu Xenia di tol Purbaleunyi beberapa kali memposting foto speedometer yang menunjukkan kecepatan tinggi. Dua foto speedometer tersebut menunjukkan kecepatan rata-rata 160 km/jam. Keduanya diunggah di media sosial Instagram dengan nama akun gustadwigusta.
Foto pertama dengan keterangan foto #nissan #car #instagood #instagram #instadaily #photooftheday #bandung #indonesia diposting pada 91 hari yang lalu jika diakses pada hari ini, Senin (8/4/2013). Jarum speedometer yang tampak dalam foto itu hampir menyentuh angka 160 km/jam. Gambar kedua dengan keterangan #indonesia #instagood #instadaily #photooftheday #nissan #juke #nissanjuke #bandung #car huhuiiii diposting pada 101 hari yang lalu. Di dalam foto ini, jarum bergerak melampaui angka 160/jam.
Terdapat komentar dalam foto tersebut dari akun Instagram bernama lintangsagoro yang mengatakan, "Ra sah ngebut ngebut le :p (Jangan ngebut-ngebut, nak-Red)". Dwigusta membalas komentar tersebut dengan singkat. "Wkwk hehehehe :D" tulis mahasiswa Institut Teknologi Telkom, Bandung ini. Kedua foto tersebut sama-sama mendapat 9 'like'. Selain foto speedometer, terdapat juga foto Dwigusta sedang memegang sebuah minuman keras didalam mobilnya.
Perilaku narsis dan pamer di dunia maya memang rentan dialami oleh para remaja. Hal ini disebabkan jejaring sosial sudah ada dalam genggaman/terdapat dalam handphone, sehingga bisa langsung di unggah ke jejaring sosial dan dilihat oleh umum. Namun kemudahan ini seringkali disalahgunakan oleh para penggunanya untuk mengunggah foto-foto yang tidak terlalu penting, bahkan terkadang mengunggah foto yang tidak seharusnya diunggah. Seperti contoh kasus yang diatas.
Kemudahan ini sebenarnya bisa memberikan manfaat bagi orang-orang yang membutuhkan informasi, contohnya saja ketika seseorang yang sedang terjebak macet, mengambil gambar kondisi sekitar jalan raya dan di unggah ke twitter sambil menginformasikan dimana foto tersebut diambil. Hal tersebut malah akan menguntungkan orang yang melihat informasi tersebut, sehingga akan menghindari jalanan yang terjebak macet.
Selain itu juga, menurut Dr. Valerie Taylor, psikiater dari Women College Hospital, University of Toronto, Kanada. Sebelum makanan atau minuman dinikmati, banyak orang mengambil gambarnya terlebih dulu untuk kemudian diunggah di berbagai media sosial.
"Beberapa orang keluar rumah untuk makan, bukan karena memang membutuhkan makanan. Justru hanya demi interaksi di media sosial. Apa yang dimakan, kapan mengunjunginya dan kapan kembali ke tempat tersebut," kata Dr. Taylor dikutip dari Huffingtonpost.com.
Kebiasan tersebut bisa jadi gejala gangguan kebiasaan makan atau tanda adanya masalah psikologis. Berupa bentuk obsesi dan keasyikan tidak sehat pada makanan. Lalu, pada beberapa orang yang melihat foto makanan dan dengan mudah tergoda bisa berujung menjadi emotional eater hingga kegemukan. 
Studi pada 2012 yang dilakukan oleh tim dari University of Southern California mengungkap kalau sering melihat foto makanan di internet akan merangsang otak untuk makan secara berlebihan. Beberapa restoran bahkan ada yang menerapkan peraturan kalau makanan tidak boleh difoto dan diunggah ke media sosial.
Seperti restoran di New York milik Chef Michelin, David Bouley. Ia melarang pelanggannya untuk mengambil foto makanan dan minuman yang disajikan. Menurutnya, makanan yang disajikan harus segera dinikmati dan aktivitas mengambil gambar bisa mengganggu pelanggan lain.
Kebiasaan pamer makanan sudah terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Foto-foto makanan tersebut biasanya di unggah ke BlackBerry Messengger facebook, twitter dan instagram. Karena fitur ponsel pintar yang memiliki fitur kamera dengan hasil yang cukup baik dan bisa langsung di unggah karena adanya koneksi internet di ponsel, kebiasaan ini tidak hanya dilakukan oleh para remaja, tapi juga anak-anak, bahkan orang yang sudah dewasa dan tua pun sering melakukuan hal ini. Sehingga ada pernyataan seperti ini “Dulu, sebelum makan kita berdoa terlebih dahulu. Sekarang, sebelum makan difoto dulu, terus di unggah”.
Umumnya, orang-orang yang suka pamer makanan cenderung suka makan di restoran yang makanannya “tidak memalukan” untuk di unggah, biasanya di restoran cepat saji atau restoran untuk kalangan menengah ke atas. Atau mengambil foto masakan sendiri, lalu dipamerkan di jejaring sosial. Sangat jarang ada yang mengambil foto makanan ketika sedang makan di Warung Tegal (Warteg) lalu diunggah. Jadi secara tidak langsung tindakan-tindakan seperti bertujuan agar dipandang oleh orang lain.
Tentunya kegiatan seseorang yang pamer foto makanan di jejaring sosial akan berbeda dengan profesi fotografer profesional yang mengambil foto hidangan/makanan untuk kepentingan komersial, untuk majalah yang membahas resep-resep masakan misalnya.
3.3  Jejaring Sosial Memudahkan Tindak Kriminal
Keberadaan situs jejaring sosial memudahkan seseorang untuk mengetahui lebih banyak tentang seseorang yang ingin dia ketahui tanpa harus menanyakan secara langsung kepada orang yang dimaksud. Sekarang ini, banyak tindak kriminal yang disebabkan oleh pelaku yang mengintai korbannya via jejaring sosial. Misalnya si pelaku sudah tahu rumah dan akun jejaring sosial calon korban, maka pelaku akan menunggu saat calon korban secara tidak langsung memberikan informasi bahwa rumah sedang sepi atau kosong di jejaring sosial.
Alangkah baiknya kita tidak terlalu menulis apa yang kita alami di jejaring sosial, karena bisa saja apa yang kita tulis membantu sebuah tindakan kriminal yang sudah mengintai melalui jejaring sosial.
3.4  Radiasi Telepon Genggam
Kabar mengejutkan datang dari Bandung. Seorang pelajar SMP Negeri 34 Bandung, Arizal FT, dikabarkan meninggal pada April 2011 akibat radiasi ponsel Blackberry yang dimilikinya. Kabar tersebut mengatakan bahwa Arizal meninggal dunia karena ada virus di otak akibat radiasi ponsel.
Bagaimana pengaruh radiasi handphone pada otak dari berbagai usia? Bagaimana pengaruh radiasi handphone pada otak dari berbagai usia? Kejadian ini benar-benar mengingatkan kita agar tidak meletakkan ponsel maupun smartphone jenis apapun juga di dekat kepala kala tidur, apalagi perangkat tekhnologi komunikasi ini selalu online (terhubung) tidak pernah mati.
Radiasi sinyal ponsel pada manusia dapat memberikan dampak yang cukup serius termasuk penyakit kanker, gangguan metabolisme, devisiensi darah dan lain sebagainya. Agar aman dari dampak radiasi ini, sebaiknya jauhkan ponsel dari tubuh sekitar dua meter. Dampak radiasi ponsel dapat menyebabkan kepala pusing, pingsan bahkan koma apabila kerusakan otak sudah terjadi. Hal ini dikarenakan adanya radiasi electromagnetic force yang muncul akibat resonansi gelombang ponsel tersebut.
Resiko dari radiasi HP ini karena akibatnya bisa fatal bagi organ tubuh. Radiasi energi negatif yang dipancarkan handphone dalam jangka panjang dapat merusak ginjal. Jantung dan sistem reproduksi anda. Ketika anda menggunakan handphone genggam. 70% - 80% energi negatif yang dipancarkan dari antena handphone itu diserap oleh kepala. Bahkan beberapa penelitian menunjukan bahwa radiasi yang dipancarkan handphone pada saat dalam keadaan aktif (melakukan panggilan). Ternyata dapat mematangkan telur mentah dalam waktu 65 menit. Penyerapan radiasi dalam jangka panjang dapat merusak struktur DNA.
Prof. Henry Lai dari Universitas Of Washington. AS mengatakan bahwa efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otang yang masih berkembang sangat mungkin  terkena Tumor Otak dengan cepat. Australian Health Research Institute mengindikasikan dengan semakin meningkatnya miliaran volume radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh milyaran handphone. Internet dan data komunikasi tanpa kabel lainnya. Akan mengakibatkan hampir kepada sepertiga jumlah produk dunia terkena penyakit seperti penyakit telinga, mata, kanker otak, jantung, impotensi, migrain dan epilepsi (ayan).
Untuk mencegahnya, berikut adalah 10 tips menghindari radiasi handphone:
1.      Jangan gunakan handphone saat sinyal lemah (rendah). Hal ini menyebabkan handphone bekerja lebih keras untuk memperoleh koneksi, sehingga menciptakan kemungkinan radiasi lebih besar.
2.      Jangan gunakan handphone di ruang yang tertutup, seperti lift dan mobil. Radiasi dapat terjadi saat handphone mencoba menciptakan koneksi pada sinyal.
3.      Jangan menelpon saat berkendara. Berbicara di handphone sambil bergerak dengan cepat membuat handphone Anda terus berusaha menciptakan sambungan (koneksi) berulang ke menara berikutnya, sehingga melepaskan energi dalam jumlah besar.
4.      Batasi penggunaan handphone. Bicara seperlunya dan sebisa mungkin kirimkan text daripada menelpon.
5.      Saat handphone menyala, jangan menyimpannya dekat bagian tubuh Anda. Badan kita dapat menyerap radiasi yang membahayakan, jadi jauhkan dari anggota badan (termasuk di saku). Terkadang saking besarnya kebutuhan berkomunikasi, sampai-sampai handphone pun tidur di samping kita. Hal ini sebaiknya dihindari untuk mengurangi kemungkinan terkena radiasi.
6.      Gunakan speakerphone. Jika Anda sendiri dan tidak ingin mengganggu orang lain, maka penggunaan speakerphone merupakan cara terbaik karena memiliki jarak aman dari kepala Anda.
7.      Jika menggunakan bluetooth, alihkan dari satu sisi ke sisi lainnya. Cara ini adalah untuk menghindari radiasi yang terkonsentrasi di satu sisi. Radiasi Bluetooth tetap berisiko walau lebih rendah dari radiasi handphone.
8.      Gunakan headset ferrite bead. Ferrite bead adalah asesoris handphone yang berfungsi untuk mengurangi radiasi. Kabel yang ada di alat pendengar di handphone Anda juga dapat menyalurkan radiasi ke telinga. Dengan menggunakan ferrite bead, Anda dapat mengurangi radiasi tersebut.
9.      Gunakan Airplane Mode. Kebanyakan handphone sekarang ini memiliki fungsi utk digunakan di pesawat udara. Airplane mode meniadakan transmisi nirkabel dan menghentikan risiko radiasi! Jika Anda tidak menggunakan handphone untuk waktu yang cukup lama, matikanlah atau pilih airplane mode, maka handphone Anda akan mengonsumsi energi lebih rendah dan menghemat baterai sehingga penggunaannya lebih efisien.
10.  Beli handphone dengan radiasi rendah. Setiap telepon seluler memiliki tingkatan radiasi yang bervariasi, untuk itu Anda perlu mencari informasi produk handphone beradiasi rendah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu, apapun model handphonenya, selalu patuhi cara penggunaannya dengan benar. Produsen handphone selalu memberikan informasi mengenai cara menggunakan dan membawa handphone agar konsumen bisa membatasi paparan radiasi.
3.5  Pembajakan Semakin Marak
Gara-gara pembajakan banyak produser musik yang merugi, bahkan sampai bangkrut. "Pelanggaran hak cipta berupa transfer lagu dari komputer ke telepon seluler membuat cukup banyak produser yang bangkrut karena hasil penjualan album tidak sesuai harapan," kata Ketua Persatuan Artis, Musisi, Pencipta dan Insan Musik (Pramusti) Bali I Gusti Ngurah Murthana di Denpasar, Sabtu lalu.
Menurutnya, beberapa perusahaan rekaman yang biasa memproduseri musisi menolak untuk melakukan kerja sama karena takut merugi. Apalagi mereka melihat penurunan penjualan album-album lain  yang kondisinya sudah cukup parah dalam beberapa tahun terakhir.
"Saat ini penjualan album hanya mencapai ribuan copy, bahkan untuk mencapai penjualan album sebanyak 2.000 copy saja dalam setahun sangat susah," ujar pria yang akrab dipanggil Rahma tersebut. Dia menjelaskan, sejak saat itu terjadi penurunan penjualan sampai 500 persen, lanjut dia, penyebabnya adalah perkembangan teknologi dan pembajakan kaset.
Kondisi tersebut, ungkap Rahma, membuat sebagian musisi menjadi meredup bintangnya sehingga membuat banyak yang tidak aktif berkarya atau malah beralih profesi ke bidang lain.  "Namun tetap masih ada musisi yang masih bertahan dan tetap aktif untuk mempertahankan eksistensi musik pop berbahasa Bali tersebut," katanya. Menurut Rahma, meski terjadi keterpurukan penjualan album tidak membuat para anggotanya yang masih aktif itu pasrah dan kalah semangat, terbukti masih ada juga yang meluncurkan album.
Pembajakan semakin marak seiring dengan semakin mudahnya akses internet. Sekarang orang-orang akan mengunduh lagu-lagu terbaru dari seorang musisi di internet secara tidak resmi daripada harus membeli kaset/CD albumnya. Hal ini tidak hanya merugikan para musisi, tapi juga toko-toko kaset banyak yang gulung tikar karena orang-orang sudah bisa memperoleh lagu-lagu bajakan lewat internet atau dengan fitur bluetooth. Namun keberadaan iTunes sebagai “toko lagu online” dapat meminimalisir pembajakan, karena setiap lagu yang dibeli di iTunes akan memberikan keuntungan untuk musisi itu sendiri.
Tidak hanya lagu, film layar lebar yang biasanya dijual dalam bentuk CD/DVD juga terancam oleh keberadaan situs yang menyediakan film layar lebar untuk di unduh secara gratis. Selain lagu dan film, perangkat lunak juga banyak dibajak. Perangkat lunak (software) bisa di unduh dengan serial number, crack dan patch-nya secara bebas di internet, atau diperjual-belikan dalam bentuk CD/DVD secara ilegal. Hal ini mengakibatkan para pengembang software kurang bersemangat untuk menciptakan/mengembangkan sebuah software.
3.6  Hilangnya Privasi
Kasus video mesum Ariel “Noah” bersama Luna Maya dan Cut Tari sebenarnya tidak disebar oleh mereka sendiri, tapi secara tidak sengaja tersebar karena laptop milik Ariel dicuri, lalu video tersebut disebarluaskan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Adalah hak pribadi Ariel untuk membuat video bersama wanita manapun, namun keberadaan internet perlahan telah menghilangkan privasi. Jadi kita juga harus lebih berhati-hati dalam menyimpan file-file pribadi agar tidak tersebar luas di dunia maya dan merusak citra dan reputasi kita.




BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1  Kesimpulan
Setelah menganalisis kasus-kasus perkembangan teknologi komunikasi, dapat kami simpulkan bahwa keberadaan teknologi harus dimanfaatkan untuk kebaikan dan hal-hal yang berguna bagi diri sendiri dan juga orang lain. Selain itu, kita juga harus berhati-hati dalam menggunakan teknologi komunikasi, karena selain memiliki dampak positif, banyak juga dampak-dampak negatif yang mengancam kesehatan dan keamanan. Kasus-kasus yang sudah dipaparkan di bab sebelumnya membuktikan bahwa komunikasi bersifat irreversible (tidak dapat ditarik kembali) dan selalu berkembang bentuknya seiring perkembangan teknologi komunikasi.
3.2  Saran
Adapun saran-saran yang dapat kami berikan setelah menganalisis kasus-kasus perkembangan teknologi komunikasi adalah:
-          Jangan terlalu terbuka di jejaring sosial, baik dalam tulisan, foto, video dsb.
-          Pahami semua teknologi komunikasi, agar dapat dimaksimalkan penggunaannya
-          Jangan menyimpan file-file yang bersifat pribadi di dalam laptop, karena akan fatal akibatnya apabila laptop tersebut hilang.


DAFTAR PUSTAKA

http://news.detik.com/read/2013/04/08/055840/2213762/10/sopir-juke-maut-pernah-pamer-speedometer-160-km-jam-di-instagram

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar